Assalamu’alaikum Wr. Wb. HAI HAIIII SEMUANYAAAA!!!
Sebelumnya aku ucapin terimakasih yang sebesar-besarnya ke kalian yang udah vote di insta story aku soal topik blog. Karena bakal aku jadiin acuan untuk ke depannya. Kali ini kita ngobrol santai aja ya sambil minum kopi juga gapapa. Buat yang ngga suka kopi ya minum teh juga boleh kok.
Mungkin tulisan kali ini agak random ya tapi semoga bermanfaat. Dan topik yang bakalan aku bahas kali ini adalahhhhh………….
Liat aja di judul.
Yassshh
“Open your Book”
Loh kok?
Hayo, kenapa aku bahas ini? Karena
atas permintaan seseorang dan aku juga pengen supaya kita semua lebih rajin
membaca. Seperti judul kali ini ‘Open Your Book’. Dibaca ya bukunya jangan
dibuka aja :p
FYI
Seperti yang dilansir di REPUBLIKA.CO.ID, Indonesia menduduki peringkat ke 60 dengan tingkat literasi yang rendah dari total 61 negara. Hal ini diungkapkan Kepala Perpustakaan Nasional Muh. Syarif Bando. Sedangkan Finlandia menduduki peringkat pertama dengan tingkat literasi yang tinggi dan persentasenya hampir mencapai 100%.
Ada beberapa faktor yang
menyebabkan minat baca masyarakat Indonesia rendah :
1. Hanya hobi bukan kebutuhan
Padahal, membaca itu adalah
kebutuhan bukan sekedar hobi belaka. Pikiran ini mungkin ada dalam benak
orang-orang sehingga masih ada yang malas membaca dengan alasan ‘Membaca bukan
hobi saya’. Coba kita ibaratkan membaca itu seperti makanan. Kita membutuhkan
makanan agar perut kita terisi, kenyang, dan bisa melakukan aktivitas. Begitu
pula dengan membaca. Kita membutuhkannya agar otak kita terisi oleh ilmu dan
bisa melakukan sesuatu yang didasari dengan ilmu.
So, ayo hilangkan paradigma bahwa
membaca hanya sekedar hobi bukan kebutuhan.
2. Lingkungan keluarga
Seperti yang sudah kita ketahui, keluarga merupakan faktor pertama bagi anak. Dengan kondisi rumah yang tidak membiasakan
budaya membaca, maka tidak heran jika sang anak tidak gemar membaca. Maka dari
itu, untuk para orang tua dan para calon orang tua :p, wajib sedini mungkin
membiasakan anak untuk membaca agar karakter tersebut tertanam sampai mereka
dewasa.
3. Perkembangan teknologi
Teknologi sebenarnya tidak salah,
cara pemakaian penggunanya yang bisa menyebabkan kesalahan. Kenapa perkembangan
teknologi bisa menjadi alasan? Karena teknologi banyak digunakan oleh para
pemuda dan pemudi Indonesia. Dan masalahnya adalah mereka lebih banyak
menghabiskan waktu dengan gadget daripada membaca.
Untuk mengatasi hal ini, sudah
banyak aplikasi yang disediakan untuk membaca. Contohnya:
- Goodreads
- Goodreads
- Wattpad
Kalau menurut aku pribadi, membaca itu lebih nyaman dengan
buku bukan dengan aplikasi. Membaca buku bisa lebih memperkuat memori kita
dibanding lewat aplikasi, aku gak tau alasannya tapi itu yang aku alami. Yang
tau kenapa boleh kok komen.
DULU…
Bukan bermaksud pamer atau sombong ya teman-teman. Mungkin kalian bisa termotivasi atau bahkan aku pun bisa lebih semangat lagi.
Jadi
awal aku gemar baca itu waktu TK. Karena umur 4 tahun aku udah lancar baca. Guru
pertama aku itu mama, mama yang ngajarin aku sampai lancar. Dan Alhamdulillah sekolah
di TK pun ngga sulit karena udah lancar baca. Fyi, aku sekolah di TK Al-Ikhlas,
Cipanas. ^^
Di TK, liat buku bacaan itu kayak harta karun. Karena di
sana banyak banget cerita bergambar. Yang sering dibaca sih buku fiksi, Putri
Salju, Cinderella, bahkan cerita rakyat. Makanya sampai sekarang cerita seperti
itu nempel banget di pikiran, ngga lupa-lupa.
Aku
sangat
sangat bersyukur kepada Allah S.W.T. dan sangat berterimakasih pada ayah
dan mama karena dari kecil selalu beliin aku buku bacaan. Maklum, ngga
pernah
nabung buat gituan waktu itu. Apalagi dulu demen banget beliin Majalah
Bobo. Siapa
yang suka beli??? :D
REINKARNASI
Dannnn akhirnya sekarang berpindah dari buku cerita bergambar menjadi novel. Tentu pasti uang yang dibutuhkan juga lebih besar dan harus bisa beli pakai uang sendiri. Mungkin dulu kalau beli buku ya bisa sampai 2/3/4 karena itu tipis dan ngga semahal novel. Kalau sekarang mungkin harus rela ngeluarin uang buat beli 2/3/4 novel ):
TAPI disanalah hal yang bikin
senang nan terharu *huhu. Asli deh kalau kita beli barang kesukaan pakai uang
sendiri pasti senangnya luar binasa eh luar biasa. Dan barang itu pasti
benar-
benar kita hargai.
benar kita hargai.
AYO BACA!
Teman-teman yang Nadea sayangi, eak. Aku harap setelah kalian baca tulisan pertamaku ini, ruang hati dan pikiran kalian terbuka untuk mulai rajin membaca. Buat yang udah gemar baca, woahhh aku sungguh super sungguh sungguh senang :’) kalian buka artikel ini pun udah termasuk baca loh terimakasihhh…
Mulai
dari yang ringan dulu aja. Kalian boleh kok dimulai dari baca buku kumpulan
dongeng bahkan kumpulan resep juga boleh hmm. Atau di sini ada yang suka
komik??? Ayo angkat kaki!!
Percaya deh, baca buku itu seru. Menurut aku, kalau kalian
senang baca buku apapun itu jenis buku pasti kalian ngga akan keberatan kalau
disuruh baca buku pelajaran sekolah. Atau mungkin ngga usah disuruh kalian udah
langsung baca hehe.
Yaudah deh
segini dulu yaaa. Saran, kritik, dan keinginan kalian untuk topik selanjutnya
bisa DM aku @nadeasls.
~TERIMAKASIH~
Salam Literasi





Tidak ada komentar:
Posting Komentar