Sabtu, 23 Juni 2018

Read Your Book



OPEN YOUR BOOK

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb. HAI HAIIII SEMUANYAAAA!!!

Sebelumnya aku ucapin terimakasih yang sebesar-besarnya ke kalian yang udah vote di insta story aku soal topik blog. Karena bakal aku jadiin acuan untuk ke depannya. Kali ini kita ngobrol santai aja ya sambil minum kopi juga gapapa. Buat yang ngga suka kopi ya minum teh juga boleh kok.

Mungkin tulisan kali ini agak random ya tapi semoga bermanfaat. Dan topik yang bakalan aku bahas kali ini adalahhhhh…………. 

Liat aja di judul.

Yassshh 

 “Open your Book”



Loh kok?
Hayo, kenapa aku bahas ini? Karena atas permintaan seseorang dan aku juga pengen supaya kita semua lebih rajin membaca. Seperti judul kali ini ‘Open Your Book’. Dibaca ya bukunya jangan dibuka aja :p


FYI

Seperti yang dilansir di REPUBLIKA.CO.ID, Indonesia menduduki peringkat ke 60 dengan tingkat literasi yang rendah dari total 61 negara. Hal ini diungkapkan Kepala Perpustakaan Nasional Muh. Syarif Bando. Sedangkan Finlandia menduduki peringkat pertama dengan tingkat literasi yang tinggi dan persentasenya hampir mencapai 100%.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan minat baca masyarakat Indonesia rendah :
1.       Hanya hobi bukan kebutuhan
Padahal, membaca itu adalah kebutuhan bukan sekedar hobi belaka. Pikiran ini mungkin ada dalam benak orang-orang sehingga masih ada yang malas membaca dengan alasan ‘Membaca bukan hobi saya’. Coba kita ibaratkan membaca itu seperti makanan. Kita membutuhkan makanan agar perut kita terisi, kenyang, dan bisa melakukan aktivitas. Begitu pula dengan membaca. Kita membutuhkannya agar otak kita terisi oleh ilmu dan bisa melakukan sesuatu yang didasari dengan ilmu.
So, ayo hilangkan paradigma bahwa membaca hanya sekedar hobi bukan kebutuhan.
2.       Lingkungan keluarga
Seperti yang sudah kita ketahui, keluarga merupakan faktor pertama bagi anak. Dengan kondisi rumah yang tidak membiasakan budaya membaca, maka tidak heran jika sang anak tidak gemar membaca. Maka dari itu, untuk para orang tua dan para calon orang tua :p, wajib sedini mungkin membiasakan anak untuk membaca agar karakter tersebut tertanam sampai mereka dewasa.

3.       Perkembangan teknologi
Teknologi sebenarnya tidak salah, cara pemakaian penggunanya yang bisa menyebabkan kesalahan. Kenapa perkembangan teknologi bisa menjadi alasan? Karena teknologi banyak digunakan oleh para pemuda dan pemudi Indonesia. Dan masalahnya adalah mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget daripada membaca.
Untuk mengatasi hal ini, sudah banyak aplikasi yang disediakan untuk membaca. Contohnya:    

- Goodreads








- Wattpad 













- Moco 







Tapi ingat, pilih bacaan yang cocok dengan usia kita!
Kalau menurut aku pribadi, membaca itu lebih nyaman dengan buku bukan dengan aplikasi. Membaca buku bisa lebih memperkuat memori kita dibanding lewat aplikasi, aku gak tau alasannya tapi itu yang aku alami. Yang tau kenapa boleh kok komen.

DULU…
            
    Bukan bermaksud pamer atau sombong ya teman-teman. Mungkin kalian bisa termotivasi atau bahkan aku pun bisa lebih semangat lagi.
                Jadi awal aku gemar baca itu waktu TK. Karena umur 4 tahun aku udah lancar baca. Guru pertama aku itu mama, mama yang ngajarin aku sampai lancar. Dan Alhamdulillah sekolah di TK pun ngga sulit karena udah lancar baca. Fyi, aku sekolah di TK Al-Ikhlas, Cipanas. ^^
Di TK, liat buku bacaan itu kayak harta karun. Karena di sana banyak banget cerita bergambar. Yang sering dibaca sih buku fiksi, Putri Salju, Cinderella, bahkan cerita rakyat. Makanya sampai sekarang cerita seperti itu nempel banget di pikiran, ngga lupa-lupa.
                Aku sangat sangat bersyukur kepada Allah S.W.T. dan sangat berterimakasih pada ayah dan mama karena dari kecil selalu beliin aku buku bacaan. Maklum, ngga pernah nabung buat gituan waktu itu. Apalagi dulu demen banget beliin Majalah Bobo. Siapa yang suka beli??? :D


REINKARNASI

Dannnn akhirnya sekarang berpindah dari buku cerita bergambar menjadi novel. Tentu pasti uang yang dibutuhkan juga lebih besar dan harus bisa beli pakai uang sendiri. Mungkin dulu kalau beli buku ya bisa sampai 2/3/4 karena itu tipis dan ngga semahal novel. Kalau sekarang mungkin harus rela ngeluarin uang buat beli 2/3/4 novel ):
TAPI disanalah hal yang bikin senang nan terharu *huhu. Asli deh kalau kita beli barang kesukaan pakai uang sendiri pasti senangnya luar binasa eh luar biasa. Dan barang itu pasti benar-
benar kita hargai.

AYO BACA!
                
Teman-teman yang Nadea sayangi, eak. Aku harap setelah kalian baca tulisan pertamaku ini, ruang hati dan pikiran kalian terbuka untuk mulai rajin membaca. Buat yang udah gemar baca, woahhh aku sungguh super sungguh sungguh senang :’) kalian buka artikel ini pun udah termasuk baca loh terimakasihhh…
                Mulai dari yang ringan dulu aja. Kalian boleh kok dimulai dari baca buku kumpulan dongeng bahkan kumpulan resep juga boleh hmm. Atau di sini ada yang suka komik??? Ayo angkat kaki!!
Percaya deh, baca buku itu seru. Menurut aku, kalau kalian senang baca buku apapun itu jenis buku pasti kalian ngga akan keberatan kalau disuruh baca buku pelajaran sekolah. Atau mungkin ngga usah disuruh kalian udah langsung baca hehe.
                Yaudah deh segini dulu yaaa. Saran, kritik, dan keinginan kalian untuk topik selanjutnya bisa DM aku @nadeasls.



~TERIMAKASIH~
Salam Literasi

Read Your Book

OPEN YOUR BOOK   Assalamu’alaikum Wr. Wb. HAI HAIIII SEMUANYAAAA!!! Sebelumnya aku ucapin terimakasih yang sebesar-besarny...